Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

 

Kebutuhan akan Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

Rumah diperlukan untuk tempat berteduh, melakukan aktivitas hidup dan kerja dengan teratur, beristirahat  maupun hal lainnya.

Pembeli Rumah datang dari bermacam-macam kalangan seperti :

pasangan muda yang akan atau baru menikah,

pasangan muda yang akan / baru melahirkan anak pertama atau kedua dan selanjutnya,

keluarga yang memerlukan rumah yang lebih besar,

kadang juga ada yang memerlukan hunian yang lebih kecil,

keluarga yang pindah dari kota lain atau negara lain,

orang yang membeli rumah sebagai investasi atau untuk kelak anak-anaknya,

investor yang membangun rumah baru untuk dijual kembali.

Selain Rumah ada juga bentuk Properti lain seperti Apartemen, Ruko, Rukan, Kios Usaha, Ruang Perkantoran, Bangunan Gedung, Bangunan Gudang, Tanah kosong dan lainnya lagi.

Pembeli properti-properti ini datang dari pembeli perorangan / Personal maupun Perusahaan tergantung kebutuhannya masing-masing.

Langkah awal Pembeli Rumah adalah menentukan lokasi / daerah mana yang akan dibeli, dengan mempertimbangkan berbagai macam kondisi.

Pertimbangan itu antara lain bisa berupa berapa jauh jarak ke tempat bekerja atau tempat usahanya, atau jarak ke Fasilitas umum dan sosial seperti pasar, swalayan, mall, sekolah untuk anak, tempat berolahraga, tempat rekreasi, tempat ibadah, dan keperluan lainnya, atau jarak ke gerbang tol, MRT (Mass Rapid Transport), fasilitas kendaraan umum, akses ke jalan utama.

Pertimbangan lainnya juga dapat seperti luas tanah, jumlah lantai bangunan, luas bangunan, jumlah kamar tidur, jumlah kamar mandi, besarnya ruang tamu dan ruang keluarga, arah mata angin, posisi di huk atau badan, adanya jaringan internet, surat sertipikat tanah, garasi dan car port bisa memuat berapa mobil, lebar jalanan depan rumah bisa dilalui berapa mobil, jalanan ke rumah atau perumahannya.

Sesuatu hal yang penting dalam pembelian rumah tentu adalah Harga Rumah.

Seringkali pembeli menghabiskan banyak waktu dalam mencari rumah yang akan dibeli mulai dari membaca iklan, searching internet, berkeliling melihat lokasi, melihat (viewing) rumah dan kondisi dalam rumah.

Setelah menemukan rumah yang sesuai, maka dilakukan pertemuan dan negosiasi harga dengan Pemilik rumah.

Setelah ada kesepakatan dalam harga dan cara pembayaran, dan hal-hal lainnya maka Pembeli akan membayar Tanda Jadi atau Down Payment (DP).

Cara pembayaran harga rumah bisa berupa Cash langsung sebesar harga rumah.

Atau bisa juga harga Rumah sebagiannya dibayar dengan Cash dari Pembeli dan untuk sebagian lagi (Sisa Pembayarannya) Pembeli meminta bantuan Bank untuk membayarkannya ke Pemilik/Penjual Rumah setelah melalui proses KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

KPR adalah sarana pinjaman dari bank kepada Pembeli Rumah yang pada saat sekarang belum mempunyai dana sebesar harga rumah tapi mempunyai kemampuan keuangan (Financial) yang baik untuk melunasi pinjamannya kepada bank.

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) telah memudahkan masyarakat untuk mendapatkan rumah atau ruko dan juga apartemen yang diinginkan.

Pihak perbankan dipercaya untuk penyaluran KPR ini agar tepat sasaran dan mencapai hasil yang diharapkan.

 

Kredit Pemilikan Rumah

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk membeli Rumah dengan agunan / jaminan berupa Rumah.

Walaupun penggunaannya mirip, KPR berbeda dengan Kredit konstruksi dan Renovasi.

Agunan / Jaminan yang diperlukan untuk KPR adalah rumah yang akan dibeli itu sendiri, dalam hal transaksi jual beli rumah.

Jaminan secara legal adalah dengan menyerahkan surat rumah yang akan dibeli yang berbentuk Sertipikat Rumah kepada Bank.

Ada berbagai bentuk surat rumah, tapi Bank hanya bisa menerima Jaminan dalam bentuk Sertipikat.

Ada kalanya rumah yang akan dibeli kita adalah rumah yang surat nya berstatus PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Hal ini terjadi karena surat Sertipikat nya belum selesai proses pemecahan dari Sertipikat Induk milik Perusahaan Developer / Pengembang suatu komplek / Cluster Perumahan.

Proses Pemecahan Sertipikat Induk ke Sertipikat per unit Rumah dalam suatu komplek / Cluster Perumahan dilakukan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) di wilayah Perumahan itu.

Bank tidak bisa menerima Jaminan berupa PPJB ataupun surat rumah lainnya selain dari Sertipikat.

Untuk itu pihak Bank memberikan solusi dengan menawarkan Pembeli untuk memberikan Sertipikat Rumah / Ruko / Apartemen ataupun Properti lannya yang sekarang ini sudah dimiliki dan atas nama Pembeli sendiri sebagai jaminan pengganti kepada Bank.

KPR jenis ini disebut KPR Multiguna atau KPR Refinancing.

Pembeli yang membeli Ruko dengan menyerahkan sertipikat Ruko sebagai jaminan, KPR nya juga disebut KPR Multiguna.

Suku bunga (interest rate) KPR Multiguna umumnya sedikit lebih tinggi dari KPR biasa.

Pembeli Apartemen yang menyerahkan sertipikat Apartemen sebagai jaminan, Kredit nya disebut KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *